FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ISLAM

KATA filsafat bukan barang asing lagi, karena lazim dipakai dalam percakapan sehari-hari. Meskipun demikian perlu diketahui rangkaian, pembahasan, dan pemikiran apa yang terdapat di dalamnya. Karena filsafat berkonotasi dengan akar kata yang abstrak yang mengandung nilai-nilai dasar tertentu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa itu filsafat.

Menurut bahasa, istilah filsafat merupakan padanan kata falsafah (Bahasa Arab) dan philosophy (Bahasa Inggris), berasal dari bahasa Yunani philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata philos dan sophia. Kata philos berarti kekasih, bisa juga berarti sahabat. Adapun sophia berarti kebijaksanaan atau kearifan, bisa juga berarti pengetahuan. Jadi secara harfiah philosophia berarti yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan.


Menurut istilah filsafat sering dimaknai sebagai pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  Maka ciri-ciri berfikir secara filsafat: (1) Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi; (2) Berfikir secara sistematis; (3)Menyusun suatu skema konsepsi, dan (4) Menyeluruh.


Dalam sejarah perkembangan ilmu, dapat disimpulkan bahwa kemunculan ilmu adalah karena ketidakpuasan ilmuan/ filsuf terhadap penemuan kebenaran oleh para ilmuan/filsuf sebelumnya. Ringkasnya dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan bentuk-bentuk perkembangan filsafat. Hasil kerja filosofis menjadi pembuka bagi lahirnya suatu ilmu, oleh karenanya, filsafat disebut juga sebagai induk ilmu (mother of science), demikian pula dalam konteks pengembangan pendidikan.

Pada konteks ini, filsafat mempertanyakan, menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan (Lewis White Beck seperti dikutip dalam The Liang Gie, 2010: 57). Menurut Noeng Muhadjir (2006: 65), fungsi filsafat adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Dalam kaitannya dengan ilmu, filsafat tidak lebih dari cara pandang atau perspektif filosofis terhadap ilmu.

Bidang filsafat mencakup epistimologi, aksiologi, dan ontologi (Amsal Bachtiar, 2007). Dalam ranah pendidikan Islam, ketiga bidang filsafat ini perlu dijadikan landasan filosofis, terutama untuk kepentingan pengokohan dan pengembangan pendidikan Islam itu sendiri. Filsafat ilmu bagi pendidikan Islam berarti penerapan metode filsafat ilmu meliputi ontologi, epistemologi dan aksiologi terhadap keilmuan pendidikan Islam.

Komentar